BPN: Kebocoran Uang Negara adalah Kenyataan

man-headphones
Andre Rosiade (Ist)

Zoonanews - Presiden Jokowi menganggap tudingan APBN `bocor` telah membuat masyarakat resah. Sementara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno justru menyebut mempertegas kebocoran tersebut adalah sebuah kenyataan.

"Bocor itu dari mana, satu yang pertama bocor itu dari perilaku korupsi. Kita tahu sudah ada ratusan kepala daerah tertangkap KPK, kita tahu ketua DPR kita masuk penjara, ketua DPD masuk penjara. Banyak juga anggota DPR tingkat satu, tingkat dua masuk penjara. Itu menunjukkan ada hal nyata," kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, Minggu (10/02) malam.

Alasan Jokowi yang menyebut 80 persen kementeriannya mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK, menurut Andre memiliki validitas yang lemah. Karena menurutnya, hasil audit BPK tersebut tidak bisa menjamin bersihnya korupsi.

"Emang (WTP) bisa membuktikan? Korupsi terus berjalan, jadi pertama korupsi itu kebocoran," kata Andre.

Selain itu, Andre berharap agar Jokowi tidak reaktif terhadap kritikan yang dilontarkan Prabowo. Justru dia menilai kritikan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

"Saya harap presiden responsif mendapat masukan bekerja lebih keras lagi, bukan marah-marah. Ngomel-ngomel di berbagai pertemuan," jelas Andre.

Sebelumnya, Prabowo memperkirakan sekitar 25% anggaran negara `bocor`. Prabowo menyatakan telah menulis perihal `kebocoran` anggaran negara itu dalam bkunya, “Paradoks Indonesia”.

"Saya hitung dan saya sudah tulis di buku, kebocoran dari anggaran rata-rata, taksiran saya mungkin lebih, sebetulnya 25% taksiran saya anggaran bocor. Bocornya macam-macam," kata Prabowo saat berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (06/02).

Menurut Prabowo, terjadi banyak mark-up dalam banyak proyek-proyek infrastruktur negara.

"Proyek yang harganya 100 dibilang 150. Itu namanya apa, penggembungan, namanya mark-up. Harga 100 dia tulis 150. Bayangkan, jembatan harga 100 ditulis 150. Dan ini terjadi terus-menerus. Kita harus objektif masalah ini sudah jalan lama. Ini harus kita hentikan dan kurangi," tandasnya.


Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/zoog5423/public_html/detail.php on line 270

Terpopuler

To Top