Sindir Jokowi, Prabowo: Hanya Peduli Infrastruktur

man-headphones
H. Prabowo Subianto

Zoonanews - CALON Presiden H. Prabowo Subianto menyindir pembangunan infrastruktur yang saat ini masif dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo atau karib disapa Jokowi.

Prabowo mengatakan bahwa infrastruktur ini akan sia-sia jika pembangunannya tidak memerhatikan perekonomian lain, misalnya pangan dan pembangunan masyarakat yang tak terbantu.

Meski jalan bagus, kata Prabowo jika tak ada dukungan lain seperti energi untuk bahan bakar maka jalan tersebut tak bisa digunakan dan hanya akan berakhir sia-sia.

"Kita bikin infrastruktur yang hebat-hebat, kalau enggak ada makan, piye? Ya kan. Punya jalan tol bagus. Enggak ada bahan bakar. Ya terpaksa pake kuda juga," kata Prabowo Subianto di Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Prabowo mengatakan, saat ini Indonesia tengah dikejar tantangan lain terkait ledakan penduduk. Dari data yang dia terima setiap tahun ada 5 juta kehamilan yang terjadi di Indonesia.

Dari 5 juta itu, sekitar 2 hingga 7 persen mengalami kegagalan. Namun hal ini tetap tak mengurangi tingginya ledakan penduduk setiap tahun.

"Saya dikasih angka tiap tahun ada yang hamil 5 juta. 5 juta kehamilan. Kita kalau 1 persen atau 2 persen atau 7 persen yang gagal kehamilan itu sudah sangat tinggi. Tapi berarti kelahiran tiap tahun bisa terjadi 4 juta lebih. 4,5 juta lebih," katanya.

Atas data ini menurut dia setiap tahun Indonesia memiliki tambahan `mulut` baru yang mesti diberi makan. Atau menurut perhitungannya selama lima tahun ada kurang lebih 20 juta warga negara baru di Indonesia yang perlu diberi makan hingga kebutuhan lain, seperti sekolah, kesehatan, hingga pemukiman.

"Mulut baru harus kita santuni, harus kita siapkan. Tiap tahun. Dalam lima tahun berarti 20 juta warga negara Indonesia baru, 20 juta orang butuh tambahan makanan, butuh sekolah, butuh rumah sakit," katanya.

Kata Prabowo, pemimpin saat ini harusnya berpikir untuk 40 hingga 50 tahun ke depan. Tak hanya perkara infrastruktur tetapi juga memikirkan kelangsungan hidup masyarakatnya.

"Jadi pemimpin sekarang harus mikir 40 tahun sampai 50 tahun ke depan. Jangan mikir untuk diri kita sendiri. Kalau ketimpangan ekonomi biasanya terjadi huru-hara. Orang yang tidak makan masa dia mau nunggu tidak makan?" ujar Prabowo.

"Ini United Nation (PBB). Kalau kita lihat, ketimpangan Indonesia, cara pandang (saya) ini hampir sama dengan PBB. Mereka punya konsep water, energy, food. Bayangkan, berarti saya sudah sejalan dengan PBB. Pangan, energi, water. Ya kan," tandas Mantan Komandan Jenderal Kopassus.


Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/zoog5423/public_html/detail.php on line 270

Terpopuler

To Top